18.4 C
Indonesia
Friday, September 22, 2023

Warga Pauh Padang dan Sungai Buluh Barat Kab. Padang Pariaman Serahkan Trenggiling dan Kukang BKSDA Sumbar

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Nasional3.com_Warga Pauh Padang dan Sungai Buluh Barat Kab. Padang Pariaman Serahkan Trenggiling  (Manis javanica)  dan Kukang (Nycticebus coucang) ke BKSDA Sumbar
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya konservasi dapat menyelamatkan berbagai macam tumbuhan dan satwa liar. Hal ini dibuktikan bahwa semakin banyak masyarakat yang peduli akan keberlangsungan hidup satwa liar yang dilindungi dan melaporkan ke BKSDS Sumbar melalui call center. BKSDA Sumbar mendapat laporan dari masyarakat bahwa ditemukan satwa jenis kukang di Korong Tanjung Basung Nagari Sungai Buluh Barat Kab. Padang Pariaman di kedai buah milik Arianto pada 29 April 2022. Selain itu, satwa jenis trenggiling ditemukan di gudang milik warga yang bernama Randi anggota VES Community Sumbar di Pauh Padang pada 5 Mei 2022.

Setelah mendapat informasi dan arahan dari pimpinan, BKSDA Sumbar mengerahkan 2 tim WRU yakni tim WRU Balai dan Tim WRU Seksi II dan langsung melakukan evakuasi. Setelah dilakukan observasi oleh tim, satwa dinyatakan  dalam keadaan baik  tidak ada luka atau cedera dan bergerak aktif dan selanjutnya tim memutuskan untuk langsung melakukan lepas liar ke habitatnya. Satwa kukang dilepasliarkan di SM Barisan Korong Asam Pulau Nagari Anduring Kab. Padang Pariaman pada 5 Mei 2022 dan satwa jenis trenggiling dilepasliarkan di Hutan Pendidikan Biologi Unand yang berbatasan dengan Suaka Marga Satwa Barisan pada 7 Mei 2022.

Populasi kukang dan trenggiling ini mengalami penurunan tajam yang disebabkan oleh perburuan secara liar untuk diperdagangkan, sebagai hewan peliharaan eksotis, dan terkadang digunakan untuk obat tradisional. Populasi yang tersisa memiliki kepadatan yang rendah, dan kehilangan habitat merupakan ancaman besar bagi kelestarian satwa.  Sebagaimana kita ketahui, menurut P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 satwa Kukang dan Trenggiling merupakan hewan yang dilindungi dengan status Kritis (Critically Endangered) berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada warga yang dengan kesadaran sendiri telah menyerahkan satwa langka ini. Beliau menghimbau agar masyarakat untuk tidak ada menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakansatwa dilindungi dalam keaadaan hidup atau mati ataupun berupa bagian tubuh, telur dan merusak sarangnya yang semua ini tercantum dalam UU no. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemya yang jika melanggar sanksi hukumnya berupa pidana penjara paling lama Lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah. (Red)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here